Senin, 26 Maret 2018

The Queen Of Aceh Battle ( Cut Nyak Dhien) Pahlawan Wanita Aceh ( Inoeng Aceh )

Sumedang, 6 November 1908

HARI itu.. tepat 11 Desember 1906, Bupati Sumedang, Pangeran Aria Suriaatmaja kedatangan tiga orang tamu. Ketiganya merupakan tawanan titipan pemerintah Hindia Belanda. Seorang perempuan tua renta, rabun serta menderita encok, seorang lagi lelaki tegap berumur kurang lebih 50 tahun dan remaja tanggung berusia 15 tahun. Walau tampak lelah mereka bertiga tampak tabah. Pakaian lusuh yang dikenakan perempuan itu merupakan satu-satunya pakaian yang ia punya selain sebuah tasbih dan sebuah periuk nasi dari tanah liat.

Belakangan karena melihat perempuan tua itu sangat taat beragama, Pangeran Aria tidak menempatkannya di penjara, melainkan memilih tempat disalah satu
rumah tokoh agama setempat. Kepada Pangeran Suriaatmaja, Belanda tak mengungkap siapa perempuan tua renta penderita encok itu. Bahkan sampai kematiannya, 6 November 1908 masyarakat Sumedang tak pernah tahu siapa sebenarnya perempuan itu.

Perjalanan sangat panjang telah ditempuh perempuan itu sebelum akhirnya beristirahat dengan damai dan dimakamkan di Gunung Puyuh tak jauh dari pusat kota Sumedang. Yang mereka tahu, karena kesehatan yang sangat buruk, perempuan tua itu nyaris tak pernah keluar rumah. Kegiatannyapun terbatas hanya berdzikir atau mengajar mengaji ibu-ibu dan anak-anak setempat yang datang berkunjung. Sesekali mereka membawakan pakaian atau sekadar makanan pada perempuan tua yang santun itu, yang belakangan karena pengetahuan ilmu-ilmu agamanya disebut dengan Ibu Perbu.

Waktu itu tak ada yang menyangka bila
perempuan yang mereka panggil Ibu Perbu itu adalah "The Queen of Aceh Battle" dari Perang Aceh (1873-1904) bernama Tjoet Nyak Dhien. Singa betina dengan rencong ditangan yang terjun langsung ke medan perang. Pahlawan sejati tanpa kompromi yg tidak bisa menerima daerahnya dijajah. 

Hari-hari terakhir Tjoet Nyak Dhien memang dihiasi oleh kesenyapan dan sepi. Jauh dari tanah kelahiran dan orang-orang yang dicintai. Gadis kecil cantik dan cerdas dipanggil Cut Nyak dilahirkan dari keluarga bangsawan yang taat di Lampadang tahun 1848. Ayahnya adalah Uleebalang bernama Teuku Nanta Setia, keturunan perantau Minang pendatang dari Sumatera Barat ke Aceh sekitar abad 18 ketika kesultanan Aceh diperintah oleh Sultan Jamalul Badrul Munir.

Tumbuh dalam lingkungan yang memegang tradisi beragama yang ketat membuat gadis kecil Cut Nyak Dhien menjadi gadis yang cerdas. Di usianya yang ke 12 dia kemudian dinikahkan orangtuanya dengan Teuku Ibrahim Lamnga yang merupakan anak dari Uleebalang Lamnga XIII.

Suasana perang yang meggelayuti atmosfir Aceh pecah ketika tanggal 1 April 1873  F.N. Nieuwenhuyzen memaklumatkan perang terhadap kesultanan Aceh. Sejak saat itu gelombang demi gelombang penyerbuan Belanda ke Aceh selalu berhasil dipukul kembali oleh laskar Aceh, dan Tjoet Nyak tentu ada disana. Diantara tebasan rencong, pekik perang wanita perkasa itu dan dentuman meriam, dia juga yang berteriak membakar semangat rakyat Aceh ketika Masjid Raya jatuh dan dibakar tentara Belanda...

“..Rakyatku, sekalian mukmin orang-orang Aceh ! Lihatlah !! Saksikan dengan matamu Masjid kita dibakar !! Tempat Ibadah kita dibinasakan !! Mereka menentang Allah !! Camkanlah itu! Jangan pernah lupakan dan jangan pernah memaafkan para kaphe (kafir) Belanda !!". Perlawanan Aceh tidak hanya dalam kata-kata (Szekely Lulofs, 1951:59).

Perang Aceh adalah cerita keberanian, pengorbanan dan kecintaan terhadap tanah lahir. Begitu juga Tjoet Nyak Dhien. Bersama ayah dan suaminya, setiap hari.. setiap waktu dihabiskan untuk berperang dan berperang melawan kaphe-kaphe Belanda. Tetapi perang juga lah yang mengambil satu-persatu orang yang dicintainya, ayahnya lalu suaminya menyusul gugur dalam pertempuran di Glee Tarom 29 Juni 1870. 

Dua tahun kemudian, Tjoet Nyak Dhien menerima pinangan Teuku Umar dengan pertimbangan strategi perang. Belakangan Teuku Umar juga gugur dalam serbuan mendadak yang dilakukan Belanda di Meulaboh, 11 Februari 1899.

Tetapi bagi Tjoet Nyak, perang melawan Belanda bukan hanya milik Teuku Umar, atau Teungku Ibrahim Lamnga suaminya, bukan juga monopoli Teuku Nanta Setia ayahnya, atau para lelaki Aceh. Perang Aceh adalah milik semesta rakyat.. Setidaknya itulah yang ditunjukan Tjoet Nyak, dia tetap mengorganisir serangan-serangan terhadap Belanda.

Bertahun-tahun kemudian, segala energi dan pemikiran putri bangsawan itu hanya dicurahkan kepada perang mengusir penjajah.. Berpindah dari satu tempat persembunyian ke persembunyian yang lain, dari hutan yang satu ke hutan yang lain, kurang makan dan kurangnya perawatan membuat kondisi kesehatannya merosot. Kondisi pasukanpun tak jauh berbeda. 

Pasukan itu bertambah lemah hingga ketika pada 16 November 1905 Kaphe Belanda menyerbu ke tempat persembunyiannya.. Tjoet Nyak Dhien dan pasukan kecilnya kalah telak. Dengan usia yang telah menua, rabun dan sakit-sakitan, Tjoet Nyak memang tak bisa berbuat banyak. Rencong pun nyaris tak berguna untuk membela diri. Ya, Tjoet Nyak tertangkap dan dibawa ke Koetaradja (Banda Aceh) dan dibuang ke Sumedang, Jawa Barat.

Perjuangan Tjoet Nyak Dhien menimbulkan rasa takjub para pakar sejarah asing hingga banyak buku yang melukiskan kehebatan pejuang wanita ini. Zentgraaff mengatakan, para wanita lah yang merupakan de leidster van het verzet (pemimpin perlawanan) terhadap Belanda dalam perang besar itu.

Aceh mengenal Grandes Dames (wanita-wanita besar) yang memegang peranan penting dalam berbagai sektor, Jauh sebelum dunia barat berbicara tentang persamaan hak yang bernama emansipasi perempuan.


Tjoet Nyak, "The Queen of Aceh Battle", wanita perkasa, pahlawan yang sebenarnya dari suatu realita jamannya.. berakhir sepi di negeri seberang.. Innalillahi wainnailaihi rojiun..

Daftar nama Ulee Balang Aceh ( TEUKUCUT)

DAFTAR NAMA LANDSCHAP DAN ULEBALANG DIACEH TAHUN 1940 

A. ACEH UTARA

1.Landschap XII Mukim Pidië; Teuku Pakeh mahmud
2.Landschap II Mukim Arèë. Teuku Ahmad
3.Landschap  III Mukim Iboih ; Teuku Muhammad Daud(sementara puteraT. Bintara Biang Ratna Wangsa Berahim masih kecil)

4.landschap III mukim Aron teuku gade
5.lannschap IV mukim ie leubeu teuku ma Ali
6.landschap VII mukim njong Teuku Laksamana Umar
7. Landschap III Mukim Geulumpang Payong T. Bintara Seumasat Muhd. Hasan

8. landschap VIII Mukim Samaindra dan Lhok Kaju T. Meuntroë Sri Paduka Maharaja Ma' Ali
9.landschap III Mukim Bambi dan Unoë T. Panglima Meugoë Muda Dalam
10.landschap Mukim Kruëng Seumideun T. Muhammad Banta Syam
11.landschap III Mukim Pineung Teuku bentara pineung Berahim

12.landschap III Mukim Gigiëng T. Bintara Paleuë Muhd. Den
13.landschap IX mukim keumangan T. Muhammad
14.Landschap V mukim reube teuku Raja keuchik
15.Landschap Mukim Meuredu Teuku Chik mahmud
16 Landschap mukim Trieng Gadeng Teuku Panglima Mae
17.Landschap Mukim Pante Raja Teuku Ubit
18.Landschap V mukim Cumbok;T. Seri Muda Pahlawan Bintara Cumbok Mohd. Daud

19.Landschap II Mukim Titeuë;Teuku Bentara Muhammad Ali
20.Landschap II mukim Truseb; T. Seri Muda Pahlawan Bintara
Cumbok Mohd. Daud (Pj. sementara)

21.landschap Mukim keumala;Teuku Bentara Hasan
22.landschap Mukim meutareum;Teuku Ben Usen
23.landschap Mukim Andeu dan Lala;Teuku Ubit
24.Landschap Mukim ilot;Teuku RIH Nyak Badai
25. Landschap mukim Tangse; T. Rasyid
26. Landschap Mukim Geumpang;T. Husin (Pj. sementara

27. Landschap Mukim Samalanga T. Chik Muhammad
28. Landschap Mukim Glumpang Dua T. Bintara Istia Muda Peureudan
29. Landschap Mukim Peusangan; T. Haji Chik Muhd. Johan Alamsyah
30. Landschap Mukim Sawang; T lotan
31. Landschap Mukim Nisam; Teuku Banta Lotan

32. Landschap Cunda;TEuku Chik Mahmud(pjs)
33. Landschap Bayu ;Teuku Raden
34. Landschap Lhok Seumawe; T. Abdul Hamid Orang Kaya Seri
Maharaja Mangkubumi
35. Landschap Mukim Blang mangat ;T. Raja Ma' Ali (Pjs)
36. Landschap Mukim Samakurok;T.Abu(pjs)

37. Landschap Mukim Bloek; T.Imeum Balè Bluëk
38. Landscahp Mukim Geudong;T Abdul latif
39. Landschap Mukim Blang Me. T Abdul Latif (pjs)
40. Landschap Mukim Kruëng Pase; T raja Mahmud
41. Landschap Mukim Keureutoë T.Muhammad Basyah(pjs)

42. Landschap Mukim Matangkuli;T. Meukuta (Pj)
43. Landschap Mukim Peutoë ;T. Ali Basyah
44. Landschap Mukim Tanah Air Rojo Ceq Bobasan;Rojo Ceq Ketol
45. Landschap Mukim Tanah Air Rojo Bukit;Rojo Zainudin
46. Landschap Mukim Tanah Air Rojo Siah Utama Banta Cut
47. Landschap Mukim Tanah Air Rojo Linggo Sasa Aman Taleb

B.ACEH TIMUR GAJO LUËUS, TANAHALAS DAN SERBOJODI

1.Landschap tanjong seumantok dan Lubok Teuku Muhammad
2.Landschap Simpang ULim; Teuku HUsen.
3.Landschap julok cut ;Teuku Muhammad
4.Landschap julok rayeuk ; Teuku Ajuran
5.Landschap Bungeng dan Bangok; teuku chik Muhammad Daudsyah(pjs)

6.Landschap Idi Cut;Teuku Raja Nagor
7.Landschap Idi Rayeuk; Teuku Chik Muhammad daudsyah
8.LandschapPeudawa Rayeuk Teuku Habib Abdul AZiz
9.Landschap Sungo Raya;T. Said Husin bin Ja'far bin Agil
10.Landschap Peureulak;Teuku Cut Ahmad(pjs)
11.Landschap Langsa; Teuku raja Muhammad Ali(pjs)

12.Landschap Karang; Teuku Muhammad arifin
13.landschap Serbo jadi keujreun abok;Banta Ali Aman Lage
14.landschap Sungai YU;Tengku Ismail bergelar Kejuruan Sungei Yu
15.landschap Tamiang Hulu Selatan;Teungku Raja Sulong
17.landschap Tamiang hilir Selatan(Sutan Muda) termasuk juga Tanah AIrmasin dan Airtawar; Tengku Zainul Abidin gelar
Sutan Muda Indra Kusuma

18.Landschap Gayo lues ; Husen (pjs)
19.Landschap pulonasi ;Rojo sidon
20.Landschap Tanah Air Kejuruan Bambel atau Ndjohor; Rajo Maribun

C.ACEH BARAT

1.Kluang;T Mahmud
2.Kualadaya; Teuku Sarong
3.Lambeusoë;TEuku Ali Basyah (pjs)
3.Unga' ; Teuku RAYEUK
4.Lhok Kruët; Teuku Mahmud

5.Patèk : Teuku RAJA Itam
6.Lageuën; Teuku Raja SABI
7.Rigaih; TR mahmud.
8.Kruëngsabé;Keujrun Ibrahim.
9.Teunom;T, Husen (pjs0

10.Woyla;T Ben Muhammad Husen.
11.Bubon; T Raja Cut(pjs)
12.Lhok Bubon;T. MIN
13.Kawai XVI (Meulaboh);Teuku chik M Ali akbar(pjs)
14.Seunagan; Teuku BEN

15.Seuneu'am; Tuanku Abdullah
16.Beutong;T Banta Cut
17.Tungkob; T Beureudan
18.Pameuë;Teuku Abeuk (pjs)
19.Kuala Batèë;Teuku Cut Din

20.Susoh;Datok Baginda gelar Datok Raja
21.Blang Pidië;T Sabi
23.Manggéng; T raja Iskandar
24.Lhok Paoh Utara;T raja nagor
25.Labuhanhaji;buesturs comisi

26.Meuké; T. Raja Cut dan Datok Magi gelar Teuku di Gunong
27.Lhok Paoh Selatan; Teuku Andah
28.Samadua;T Hitam(pjs)
29.Tapak Tuan;T. raja Pakeh
30.Simeulu; T raja mahmud.
31Teupah;sutan Amin

32.Leukoën;Su Gam
33.Salang;Datok Muhd. Sawal
34.Sigulai;Datok Muhd. Tunei(pjs0
35.Trumon;T.raja Husen (pjs)

36.Kluet; T. Meurah Adam.

Rabu, 08 April 2015

Ini ni yang membuat Kabupaten Pidie Terkenal dengan Sebutan “Pidie Kriet (Pelit)”???

Ini ni yang membuat Kabupaten Pidie Terkenal dengan Sebutan “Pidie Kriet (Pelit)”???

#CR

Ternyata sebutan “Pidie Kriet (pelit)” masih tertanam di hati anak-anak kabupaten lain yang berada di Aceh. Padahal Pidie kriet itu hanya kesalahpahaman bagi masyarakat dahulu terhadap masyarakat Kabupaten Pidie.
Di era modern ini, saya pun terkejut ketika ditanya berasal dari mana? Pidie saya jawab, waahhh…Pidie terkenal dengan pelitnya.
Apakah sebutan Pidie Kriet itu masih ditanamkan oleh orang tua terhadap anak-anaknya secara turun temurun? tanpa ada penjelasan sedikit pun latar belakang sebutan Pidie Kriet.
Sikap demikian bisa dimasukkan kedalam pencemaran nama baik kabupaten. Mungkin bagi masyarakat kabupaten Pidie tidak akan menerima terhadap sebutan tersebut.
Pidie Kriet (Pelit)
setelah saya telusuri lebih banyak kenapa dikatakan dengan sebutan Pidie Kriet. Pada jaman dahulu kabupaten Pidie mayoritas masyarakatnya sangat memuliakan para tamu, sehingga ketika para tamu datang berkunjung ke tempat saudaranya di Pidie, masyarakat Pidie melayaninya dengan sangat mulia seperti makanan dan minuman sangat dispecialkan. Bila tidak ada uang pun, mereka rela berhutang kesana kemari demi melayani tamunya.
Maka pada waktu itu, ditanyalah oleh seseorang yang berasal dari kabupaten yang lain. Kalau orang bertamu ke kabupaten Pidie, bagaimana cara melayaninya? yaa..”makanan dan minuman kami perkirakan”.
Ternyata kata-kata ini menimbulkan 2 penafsiran.
1. benar-benar pelit, sampai makanan dan minuman pun dihitung bagi para tamu yang datang ke rumah.
2. benar-benar dimuliakan, sampai makanan enak-enak pun disediakan. Walaupun tidak ada uang, ngutang pun jadi, demi memuliakan para tamu yang datang ke rumahnya.
Uratan nomor 2 inilah yang dimaksudkan oleh orang Pidie, begitu dimuliakan para tamu yang datang kerumah.
Sedangkan orang kabupaten yang lain menafsirkan seperti yang nomor 1.
Mereka salah dalam menafsirkan makna dari kata-kata yang diungkapkan oleh orang Pidie. Kesalahpahaman tersebut dikarenakan mereka tidak bertanya maksud dari ungkapan tersebut. Sehingga dari generasi ke generasi masih tertanam di hati anak cucu mereka bahwa Pidie terkenal dengan sebutan “Pidie Kriet”.

Kamis, 12 Juni 2014

Lagu Sebatas Patok Tenda ( Anak Pramuka Aceh )





Assalamualaikum wr.wb ,
saya datang lagi ni dengan Lagu untuk ANAK  PRAMUKA, mana anak Pramuka Indonesia
Kalian pasti tau dong moment di lagu ini, CR suka x sama lagu ini ,kalian gimana ?
Yok langsung di check lagunya ,,,,,,,,,,,,,,

Sebatas Patok Tenda

Dengarkanlah suara hati ini
Suara hati yang ingin ku dendangkan
Tak mampu untuk ku sampaikan
Kan ku ungkapkan lewat laguku

Berawal dari perkemahan ini
Rasa itupun hadir dihatiku
Menghiasai relung sukmaku
Cita bersemi dibumi perkemahan
Oh  mungkinkah rasa cinta ini
akan abadi untuk seklamanya
Rasa ini semakin membelenggu
Cinta lokasi dibumi perkemahan

Reff:
Akankah cintaku sebatas patok tenda
Tenda terbongkar, sayonara cinta...







Jumat, 10 Mei 2013

10 Wisata Drama dan Film Korea yang Layak Dikunjungi



10 Wisata Drama dan Film Korea yang Layak Dikunjungi

http://korea.panduanwisata.com/files/2012/08/18254685-300x225.jpg1. Hapcheon Image Theme Park
Siapa yang tak tahu film terkenal yang melambungkan nama Won Bin sebagai salah satu idola wanita Korea. Ya, film epik berjudul “Taekgukgi : Brotherhood of War” yang berlatarbelakang kondisi Korea pada tahun 1950 ini mengambil setting di Hapcheon Image Theme Park mempunyai luas 231.404 meter persegi dan terletak di Gahori, Yongju-myeon. Lokasi ini dimiliki oleh 2 perusahaan besar Korea Selatan yakni KBS dan MBC. Dengan mengunjungi tempat ini, kita akan tahu bahwa para awak film tersebut memang bersungguh-sungguh memanfaatkan aneka ornamen agar kondisi studio mirip dengan setting film yang diinginkan. Menariknya, Hapcheon Image Park ini tidak hanya sebuah lokasi syuting namun juga membantu kita belajar tentang sejarah Korea Selatan dan Korea Utara.

http://korea.panduanwisata.com/files/2012/08/220px-Myeongdongchurch.jpg 2. Myeong-dong Cathedral
Myeong-dong Cathedral adalah gereja umat Katholik Roma pertama di Korea Selatan. Daya tarik utama dari tempat ini adalah arsitekturnya yang indah dan strukturnya yang gothic. Tak heran jika ada beberapa serial Korea yang memakai Myeong-dong Cathedral yang  berada di Seoul ini sebagai tempat syuting. Tercatat drama tv “You Are Beatiful” menggunakan katedral untuk memperindah adegan antara Park Shin Hye yang berperan sebagai Go Minam dan Jang Geun Seok yang berperan sebai Hwang Tae Hyeong.


http://korea.panduanwisata.com/files/2012/08/lhfntote-300x225.jpg 3. Sungai Cheonggyecheon
Nama sungai Cheonggyecheon yang terletak di Seoul ini mungkin bukanlah nama yang mudah dilafalkan oleh lidah kita, namun begitu keberadaanya berhasil memberikan nuansa lain di tengah kepadatan kota. Sungai yang dulunya kotor ini sekarang menjadi sudut yang menyenangkan bagi warga setempat dan wisatawan. Tak heran jika dalam film Jeon Woo Chi yang dibintangi aktor Kang Dong Won serta Im Soo Jeong menjadikan sungai ini sebagai lokasi syuting untuk beberapa scene.  Anda pun jangan lewatkan Sungai Cheonggyecheon untuk sekedar bersantai atau melihat pertunjukan candlelight fountain yang menarik di malam hari.

http://korea.panduanwisata.com/files/2012/08/Sungkyunkwan_University_Suwon_Engineering_Building_2_Trees_1-300x225.jpg 4. Sangyukwan University
Sangyukwan University adalah kampus beraliran konfusianisme yang berdiri sejak tahun 1938. Nama kampus ini ikut merangkak naik dan semakin dikenal publik luar Korea saat booming sering Sangkyukwan Scandal. Tidak hanya itu, kampus ini ternyata menjadi tempat menimba ilmu beberapa artis Korea Selatan seperti Ji Hyun Woo (Becomming Billionare), Song Joong Ki, Moon Geung Young dan Go Hye Sun yang membintangi “God of Study”. Bangunan Sangkyukwan University berada di dua lokasi sekaligus. Jurusan Ilmu Kemanusiaan dan Sosial terletak di Myeongnyun Dong, Jongno-gu, di pusat Seoul. Sedangkan jurusan Ilmu Pengetahuan di Cheoncheon Dong, Jangan Gu, Suwon.



http://korea.panduanwisata.com/files/2012/08/full.jpg 5. Full House
Salah satu daya tarik Full House selain dari segi cerita adalah ornamen syuting yang memesona. Mulai dari model pakaian hingga rumah “Full House” yang dalam cerita itu dihuni oleh pasangan Yeong Jae (diperankan oleh Rain) dan Ji Eun (diperankan oleh Son Hye-kyo). Di Korea, rumah Full House ini lantas menjadi ramai dibicarakan sejalan dengan boomingnya serial tersebut. Kini, rumah dengan gaya minimalis modern tersebut menjadi salah satu tujuan wisata yang layak Anda kunjungi jika bepergian ke Korea. Rumah ini berada di bibir pantai Incheon ini sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.

http://korea.panduanwisata.com/files/2012/08/nst4-300x199.jpg 6. N Seoul Tower
N Seoul Tower adalah salah satu landmark kota Seoul yang terletak di puncak gunung Namsan. Disinilah tempat syuting beberapa scene Boys Before Flower dan Princess Hours. Menara yang dibangun sejak tahun 1969 di dalamnya terdapat Teddy Bear Museum yang menjadi tempat syuting Princess Hours saat adegan Chae-gyeong berjalan bersama nenek sang calon raja Lee Shin. Nah, jangan lewatkan N Seoul Tower sebagai salah satu destinasi Anda ya.








http://korea.panduanwisata.com/files/2012/08/namiisland-300x201.jpg 7. Nami Island
Bagi penyuka seria Winter Sonata yang romantis, pemandangan Nami Island tentu sudah tidak asing lagi. Berada di Chuncheon, Gangwon-do, tempat ini memang sangat indah dan memesona. Jajaran pohon yang rapi baik saat sedang meranggas maupun saat musim semi sama-sama memberikan nuansa keindahan. Belum lagi pepohonan lain yang tidak hanya memberikan pemandangan hijau, tapi juga kuning dan merah. Di pulau ini kita bisa melihat langsung dimana saja Choi Ji-woo dan Bae Yong Joon saling memadu kasih.

http://korea.panduanwisata.com/files/2012/08/20940_101014889932683_100000725170909_27750_5797663_n-300x200.jpg 8. Banpo Bridge
Banpo Bridge adalah jembatan yang menghubungkan Seocho dan Yungsan, membelah sungai Han di pusat Kota Seoul. Yang menarik samping kanan dan kiri jembatan nan kokoh ini memancarkan air yang juga bersumber dari Sungai Han. Oleh pemerintah setempat, air mancur ini diperindah dengan cahaya warna-warni LED. Sehingga jika dari kejauhan Anda melihatnya, air mancur itu akan memancarkan beraneka warna, seperti merah, kuning dan biru. Ada sekitar 190 ton air yang berhasil dipancarkan air mancur melalui 9.380 lubang dalam setiap menitnya di sepanjang sisi kanan dan kiri jembatan. Nah, karena keindahannya inilah maka jembatan ini sering digunakan untuk syuting video klip dan drama serta film Korea seperti Super Junior dan serial Boys Before Flower.




http://korea.panduanwisata.com/files/2012/08/lotte-world-300x230.jpg 9. Lotte World
Bagi penggemar serial Boys Before Flower tentu sudah tidak asing lagi dengan taman bermain indoor terbesar di dunia ini. Syuting serial Boys Before Flower yang berlangsung di Lotte Hotel World saat Ji-Hoo (Kim Hyun-Joong) mengadakan pesta selamat datang untuk kekasihnya. Serial Stairway to Heaven juga memilih arena ice skating Lotte World sebagai lokasi pengambilan gambar. Oya, Anda tidak akan rugi berada di sini, karena aneka wahana permainan bisa dipilih sesuka hati untuk Anda dan keluarga coba. Lotte World terletak di jantung kota Seoul tepatnya di Seoul-si Songpa-gu Jamsil-dong 40-1 sebelah selatan Han River.

http://korea.panduanwisata.com/files/2012/08/tumblr_m75k59x3c51rx0ofno2_500-300x225.jpg 10. Myeongdong
Surga belanja Korea Selatan adalah kawasan Myeongdong. Kini, tempat ini tidak hanya menjadi jujugan destinasi wisata belanja namun juga sering menjadi lokasi syuting dua serial drama terkenal yakni Princess Hours dan Boys Before Flowers. Disinilah Lee Shin dan Chae-gyeong berciuman dalam salah satu episode Princess Hours. Sedangkan Boys Before Flower menjadikan restoran The Farmer’s Table di kawasan Myeongdong menjadi lokasi pengambilan beberapa gambar.