Senin, 26 Maret 2018

The Queen Of Aceh Battle ( Cut Nyak Dhien) Pahlawan Wanita Aceh ( Inoeng Aceh )

Sumedang, 6 November 1908

HARI itu.. tepat 11 Desember 1906, Bupati Sumedang, Pangeran Aria Suriaatmaja kedatangan tiga orang tamu. Ketiganya merupakan tawanan titipan pemerintah Hindia Belanda. Seorang perempuan tua renta, rabun serta menderita encok, seorang lagi lelaki tegap berumur kurang lebih 50 tahun dan remaja tanggung berusia 15 tahun. Walau tampak lelah mereka bertiga tampak tabah. Pakaian lusuh yang dikenakan perempuan itu merupakan satu-satunya pakaian yang ia punya selain sebuah tasbih dan sebuah periuk nasi dari tanah liat.

Belakangan karena melihat perempuan tua itu sangat taat beragama, Pangeran Aria tidak menempatkannya di penjara, melainkan memilih tempat disalah satu
rumah tokoh agama setempat. Kepada Pangeran Suriaatmaja, Belanda tak mengungkap siapa perempuan tua renta penderita encok itu. Bahkan sampai kematiannya, 6 November 1908 masyarakat Sumedang tak pernah tahu siapa sebenarnya perempuan itu.

Perjalanan sangat panjang telah ditempuh perempuan itu sebelum akhirnya beristirahat dengan damai dan dimakamkan di Gunung Puyuh tak jauh dari pusat kota Sumedang. Yang mereka tahu, karena kesehatan yang sangat buruk, perempuan tua itu nyaris tak pernah keluar rumah. Kegiatannyapun terbatas hanya berdzikir atau mengajar mengaji ibu-ibu dan anak-anak setempat yang datang berkunjung. Sesekali mereka membawakan pakaian atau sekadar makanan pada perempuan tua yang santun itu, yang belakangan karena pengetahuan ilmu-ilmu agamanya disebut dengan Ibu Perbu.

Waktu itu tak ada yang menyangka bila
perempuan yang mereka panggil Ibu Perbu itu adalah "The Queen of Aceh Battle" dari Perang Aceh (1873-1904) bernama Tjoet Nyak Dhien. Singa betina dengan rencong ditangan yang terjun langsung ke medan perang. Pahlawan sejati tanpa kompromi yg tidak bisa menerima daerahnya dijajah. 

Hari-hari terakhir Tjoet Nyak Dhien memang dihiasi oleh kesenyapan dan sepi. Jauh dari tanah kelahiran dan orang-orang yang dicintai. Gadis kecil cantik dan cerdas dipanggil Cut Nyak dilahirkan dari keluarga bangsawan yang taat di Lampadang tahun 1848. Ayahnya adalah Uleebalang bernama Teuku Nanta Setia, keturunan perantau Minang pendatang dari Sumatera Barat ke Aceh sekitar abad 18 ketika kesultanan Aceh diperintah oleh Sultan Jamalul Badrul Munir.

Tumbuh dalam lingkungan yang memegang tradisi beragama yang ketat membuat gadis kecil Cut Nyak Dhien menjadi gadis yang cerdas. Di usianya yang ke 12 dia kemudian dinikahkan orangtuanya dengan Teuku Ibrahim Lamnga yang merupakan anak dari Uleebalang Lamnga XIII.

Suasana perang yang meggelayuti atmosfir Aceh pecah ketika tanggal 1 April 1873  F.N. Nieuwenhuyzen memaklumatkan perang terhadap kesultanan Aceh. Sejak saat itu gelombang demi gelombang penyerbuan Belanda ke Aceh selalu berhasil dipukul kembali oleh laskar Aceh, dan Tjoet Nyak tentu ada disana. Diantara tebasan rencong, pekik perang wanita perkasa itu dan dentuman meriam, dia juga yang berteriak membakar semangat rakyat Aceh ketika Masjid Raya jatuh dan dibakar tentara Belanda...

“..Rakyatku, sekalian mukmin orang-orang Aceh ! Lihatlah !! Saksikan dengan matamu Masjid kita dibakar !! Tempat Ibadah kita dibinasakan !! Mereka menentang Allah !! Camkanlah itu! Jangan pernah lupakan dan jangan pernah memaafkan para kaphe (kafir) Belanda !!". Perlawanan Aceh tidak hanya dalam kata-kata (Szekely Lulofs, 1951:59).

Perang Aceh adalah cerita keberanian, pengorbanan dan kecintaan terhadap tanah lahir. Begitu juga Tjoet Nyak Dhien. Bersama ayah dan suaminya, setiap hari.. setiap waktu dihabiskan untuk berperang dan berperang melawan kaphe-kaphe Belanda. Tetapi perang juga lah yang mengambil satu-persatu orang yang dicintainya, ayahnya lalu suaminya menyusul gugur dalam pertempuran di Glee Tarom 29 Juni 1870. 

Dua tahun kemudian, Tjoet Nyak Dhien menerima pinangan Teuku Umar dengan pertimbangan strategi perang. Belakangan Teuku Umar juga gugur dalam serbuan mendadak yang dilakukan Belanda di Meulaboh, 11 Februari 1899.

Tetapi bagi Tjoet Nyak, perang melawan Belanda bukan hanya milik Teuku Umar, atau Teungku Ibrahim Lamnga suaminya, bukan juga monopoli Teuku Nanta Setia ayahnya, atau para lelaki Aceh. Perang Aceh adalah milik semesta rakyat.. Setidaknya itulah yang ditunjukan Tjoet Nyak, dia tetap mengorganisir serangan-serangan terhadap Belanda.

Bertahun-tahun kemudian, segala energi dan pemikiran putri bangsawan itu hanya dicurahkan kepada perang mengusir penjajah.. Berpindah dari satu tempat persembunyian ke persembunyian yang lain, dari hutan yang satu ke hutan yang lain, kurang makan dan kurangnya perawatan membuat kondisi kesehatannya merosot. Kondisi pasukanpun tak jauh berbeda. 

Pasukan itu bertambah lemah hingga ketika pada 16 November 1905 Kaphe Belanda menyerbu ke tempat persembunyiannya.. Tjoet Nyak Dhien dan pasukan kecilnya kalah telak. Dengan usia yang telah menua, rabun dan sakit-sakitan, Tjoet Nyak memang tak bisa berbuat banyak. Rencong pun nyaris tak berguna untuk membela diri. Ya, Tjoet Nyak tertangkap dan dibawa ke Koetaradja (Banda Aceh) dan dibuang ke Sumedang, Jawa Barat.

Perjuangan Tjoet Nyak Dhien menimbulkan rasa takjub para pakar sejarah asing hingga banyak buku yang melukiskan kehebatan pejuang wanita ini. Zentgraaff mengatakan, para wanita lah yang merupakan de leidster van het verzet (pemimpin perlawanan) terhadap Belanda dalam perang besar itu.

Aceh mengenal Grandes Dames (wanita-wanita besar) yang memegang peranan penting dalam berbagai sektor, Jauh sebelum dunia barat berbicara tentang persamaan hak yang bernama emansipasi perempuan.


Tjoet Nyak, "The Queen of Aceh Battle", wanita perkasa, pahlawan yang sebenarnya dari suatu realita jamannya.. berakhir sepi di negeri seberang.. Innalillahi wainnailaihi rojiun..

Daftar nama Ulee Balang Aceh ( TEUKUCUT)

DAFTAR NAMA LANDSCHAP DAN ULEBALANG DIACEH TAHUN 1940 

A. ACEH UTARA

1.Landschap XII Mukim Pidië; Teuku Pakeh mahmud
2.Landschap II Mukim Arèë. Teuku Ahmad
3.Landschap  III Mukim Iboih ; Teuku Muhammad Daud(sementara puteraT. Bintara Biang Ratna Wangsa Berahim masih kecil)

4.landschap III mukim Aron teuku gade
5.lannschap IV mukim ie leubeu teuku ma Ali
6.landschap VII mukim njong Teuku Laksamana Umar
7. Landschap III Mukim Geulumpang Payong T. Bintara Seumasat Muhd. Hasan

8. landschap VIII Mukim Samaindra dan Lhok Kaju T. Meuntroë Sri Paduka Maharaja Ma' Ali
9.landschap III Mukim Bambi dan Unoë T. Panglima Meugoë Muda Dalam
10.landschap Mukim Kruëng Seumideun T. Muhammad Banta Syam
11.landschap III Mukim Pineung Teuku bentara pineung Berahim

12.landschap III Mukim Gigiëng T. Bintara Paleuë Muhd. Den
13.landschap IX mukim keumangan T. Muhammad
14.Landschap V mukim reube teuku Raja keuchik
15.Landschap Mukim Meuredu Teuku Chik mahmud
16 Landschap mukim Trieng Gadeng Teuku Panglima Mae
17.Landschap Mukim Pante Raja Teuku Ubit
18.Landschap V mukim Cumbok;T. Seri Muda Pahlawan Bintara Cumbok Mohd. Daud

19.Landschap II Mukim Titeuë;Teuku Bentara Muhammad Ali
20.Landschap II mukim Truseb; T. Seri Muda Pahlawan Bintara
Cumbok Mohd. Daud (Pj. sementara)

21.landschap Mukim keumala;Teuku Bentara Hasan
22.landschap Mukim meutareum;Teuku Ben Usen
23.landschap Mukim Andeu dan Lala;Teuku Ubit
24.Landschap Mukim ilot;Teuku RIH Nyak Badai
25. Landschap mukim Tangse; T. Rasyid
26. Landschap Mukim Geumpang;T. Husin (Pj. sementara

27. Landschap Mukim Samalanga T. Chik Muhammad
28. Landschap Mukim Glumpang Dua T. Bintara Istia Muda Peureudan
29. Landschap Mukim Peusangan; T. Haji Chik Muhd. Johan Alamsyah
30. Landschap Mukim Sawang; T lotan
31. Landschap Mukim Nisam; Teuku Banta Lotan

32. Landschap Cunda;TEuku Chik Mahmud(pjs)
33. Landschap Bayu ;Teuku Raden
34. Landschap Lhok Seumawe; T. Abdul Hamid Orang Kaya Seri
Maharaja Mangkubumi
35. Landschap Mukim Blang mangat ;T. Raja Ma' Ali (Pjs)
36. Landschap Mukim Samakurok;T.Abu(pjs)

37. Landschap Mukim Bloek; T.Imeum Balè Bluëk
38. Landscahp Mukim Geudong;T Abdul latif
39. Landschap Mukim Blang Me. T Abdul Latif (pjs)
40. Landschap Mukim Kruëng Pase; T raja Mahmud
41. Landschap Mukim Keureutoë T.Muhammad Basyah(pjs)

42. Landschap Mukim Matangkuli;T. Meukuta (Pj)
43. Landschap Mukim Peutoë ;T. Ali Basyah
44. Landschap Mukim Tanah Air Rojo Ceq Bobasan;Rojo Ceq Ketol
45. Landschap Mukim Tanah Air Rojo Bukit;Rojo Zainudin
46. Landschap Mukim Tanah Air Rojo Siah Utama Banta Cut
47. Landschap Mukim Tanah Air Rojo Linggo Sasa Aman Taleb

B.ACEH TIMUR GAJO LUËUS, TANAHALAS DAN SERBOJODI

1.Landschap tanjong seumantok dan Lubok Teuku Muhammad
2.Landschap Simpang ULim; Teuku HUsen.
3.Landschap julok cut ;Teuku Muhammad
4.Landschap julok rayeuk ; Teuku Ajuran
5.Landschap Bungeng dan Bangok; teuku chik Muhammad Daudsyah(pjs)

6.Landschap Idi Cut;Teuku Raja Nagor
7.Landschap Idi Rayeuk; Teuku Chik Muhammad daudsyah
8.LandschapPeudawa Rayeuk Teuku Habib Abdul AZiz
9.Landschap Sungo Raya;T. Said Husin bin Ja'far bin Agil
10.Landschap Peureulak;Teuku Cut Ahmad(pjs)
11.Landschap Langsa; Teuku raja Muhammad Ali(pjs)

12.Landschap Karang; Teuku Muhammad arifin
13.landschap Serbo jadi keujreun abok;Banta Ali Aman Lage
14.landschap Sungai YU;Tengku Ismail bergelar Kejuruan Sungei Yu
15.landschap Tamiang Hulu Selatan;Teungku Raja Sulong
17.landschap Tamiang hilir Selatan(Sutan Muda) termasuk juga Tanah AIrmasin dan Airtawar; Tengku Zainul Abidin gelar
Sutan Muda Indra Kusuma

18.Landschap Gayo lues ; Husen (pjs)
19.Landschap pulonasi ;Rojo sidon
20.Landschap Tanah Air Kejuruan Bambel atau Ndjohor; Rajo Maribun

C.ACEH BARAT

1.Kluang;T Mahmud
2.Kualadaya; Teuku Sarong
3.Lambeusoë;TEuku Ali Basyah (pjs)
3.Unga' ; Teuku RAYEUK
4.Lhok Kruët; Teuku Mahmud

5.Patèk : Teuku RAJA Itam
6.Lageuën; Teuku Raja SABI
7.Rigaih; TR mahmud.
8.Kruëngsabé;Keujrun Ibrahim.
9.Teunom;T, Husen (pjs0

10.Woyla;T Ben Muhammad Husen.
11.Bubon; T Raja Cut(pjs)
12.Lhok Bubon;T. MIN
13.Kawai XVI (Meulaboh);Teuku chik M Ali akbar(pjs)
14.Seunagan; Teuku BEN

15.Seuneu'am; Tuanku Abdullah
16.Beutong;T Banta Cut
17.Tungkob; T Beureudan
18.Pameuë;Teuku Abeuk (pjs)
19.Kuala Batèë;Teuku Cut Din

20.Susoh;Datok Baginda gelar Datok Raja
21.Blang Pidië;T Sabi
23.Manggéng; T raja Iskandar
24.Lhok Paoh Utara;T raja nagor
25.Labuhanhaji;buesturs comisi

26.Meuké; T. Raja Cut dan Datok Magi gelar Teuku di Gunong
27.Lhok Paoh Selatan; Teuku Andah
28.Samadua;T Hitam(pjs)
29.Tapak Tuan;T. raja Pakeh
30.Simeulu; T raja mahmud.
31Teupah;sutan Amin

32.Leukoën;Su Gam
33.Salang;Datok Muhd. Sawal
34.Sigulai;Datok Muhd. Tunei(pjs0
35.Trumon;T.raja Husen (pjs)

36.Kluet; T. Meurah Adam.